5 Jenis Paragraf Eksposisi dalam Bahasa Indonesia
5 Jenis Paragraf Eksposisi dalam Bahasa Indonesia

5 Jenis Paragraf Eksposisi dalam Bahasa Indonesia

DESAINIO – 5 Jenis Paragraf Eksposisi dalam Bahasa Indonesia

Berikut ini akan dijelaskan mengenai 5 Jenis Paragraf Eksposisi dalam Bahasa Indonesia, semoga dapat memberikan manfaat.

Inilah penjelasan mengenai 5 Jenis Paragraf Eksposisi dalam Bahasa Indonesia, simak selengkapnya berikut ini.

1. Paragraf eksposisi klasifikasi

Paragraf eksposisi klasifikasi adalah paragraf eksposisi yang kalimat-kalimat penjelasnya merupakan bentuk pengelompokkan dari gagasan utamanya. Contoh paragraf eksposisi klasifikasi adalah sebagai berikut :

Lambatnya pencairan anggaran untuk perbaikan rumah-rumah masyarakat yang rusak akibat gempa di Lombok beberapa waktu lalu karena masalah akuntabilitas membuat pemerintah memutuskan untuk memangkas syarat akuntabilitas yang diperlukan. Dengan dipangkasnya syarat akuntabilitas, masyarakat cukup mengisi satu formulir saja untuk mendapatkan dana perbaikan rumah. Pemerintah sendiri telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1 triliun untuk perbaikan rumah yang mengalami rusak berat, sedang, dan ringan. Warga yang rumahnya rusak berat akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 50 juta, rusak sedang mendapat dana bantuan sebesar Rp 25 juta, dan rusak ringan mendapat bantuan Rp 10 juta. Guna mengontrol proses pencairan dana bantuan perbaikan rumah, dibentuk kelompok masyarakat atau pokmas yang beranggotakan sekitar 20 kepala keluarga di seluruh Kabupaten/Kota yang terdampak gempa di NTB. (Kompas.com, 15 Oktober 2018 dengan perubahan seperlunya)

Contoh paragraf eksposisi klasifikasi lainnya dapat dibaca pada artikel contoh paragraf eksposisi klasifikasi tentang ekonomi dan contoh paragraf eksposisi klasifikasi tentang kesehatan.

2. Paragraf eksposisi ilustrasi

Paragraf eksposisi ilustrasi adalah paragraf yang gagasan utamanya dijelaskan dengan menggunakan kalimat pengembang dalam bentuk ilustrasi. Pada paragraf eksposisi ilustrasi, penulis ingin memaparkan sesuatu dengan cara menyajikan gambaran umum atau khusus tentang sesuatu yang dianggap belum diketahui atau belum dipahami pembaca. Paparan tentang sesuatu itu disajikan berdasarkan kesan yang ditangkap oleh indera. Contoh paragraf eksposisi ilustrasi adalah sebagai berikut :

Sebuah mobil berputar-putar mencari lokasi parkir di Apartemen Kalibata City. Petugas parkir sibuk mencarikan ruang untuk kendaraan yang baru masuk itu. Area parkir di pelataran gedung rata-rata penuh oleh sepeda motor dan mobil. Apartemen Kalibata City beroperasi sejak 2012. Meskipun lokasinya sangat dekat dengan Stasiun Duren Kalibata, apartemen ini masih menyediakan lahan parkir yang cukup banyak. Dari total 13.500 unit, area parkir disediakan untuk 4000 mobil dan 4000 sepeda motor. Dalam perkembangannya, area parkir ini pun tak sanggup menampung banyaknya kendaraan milik penghuni maupun pengunjung. Pasalnya berdiri pusat perbelanjaan, tempat-tempat nongkrong, kedai kopi, dan area kuliner di area apartemen. (Kompas, 8 Mei 2018)

3. Paragraf eksposisi perbandingan

Yang dimaksud dengan paragraf eksposisi perbandingan adalah paragraf ekposisi yang isinya membandingkan sesuatu yang menjadi ide pokok dengan sesuatu yang lain. Sebelumnya kita telah mengulas tentang
contoh paragraf eksposisi perbandingan tentang pertanian. Berikut adalah contoh paragraf eksposisi perbandingan singkat tentang kesehatan.

Penyakit DBD atau demam berdarah dengue kembali mewabah akhir-akhir ini bahkan di beberapa daerah telah menimbulkan korban jiwa. Penyakit demam berdarah sejatinya disebabkan oleh virus dengue. Di Indonesia, virus ini ditularkan oleh dua jenis nyamuk demam berdarah betina yaitu Aedes aegypti sebagai vektor utama dan Aedes albopictus sebagai vektor sekunder. Kedua jenis nyamuk demam berdarah ini bersifat anthropofilik, dalam arti mereka lebih memilih untuk menghisap darah manusia. Sifat kedua adalah multiple feeding, yang berarti nyamuk demam berdarah dapat menghisap darah beberapa kali untuk memenuhi kebutuhan darah sampai kenyang.

Meskipun memiliki sifat yang sama, kedua nyamuk demam berdarah ini memiliki perbedaan. Nyamuk Aedes aegypti biasanya menghisap darah seseorang yang sedang dalam fase demam akut. Sedangkan nyamuk Aedes albopictus menghisap darah di luar rumah atau ruangan. Nyamuk Aedes aegypti lebih banyak ditemukan berkembang biak di tempat-tempat penampungan air buatan seperti bak mandi, ember, vas bunga, tempat minum burung, kaleng bekas, dan tempat-tempat sejenis. Sedangkan nyamuk Aedes albopictus lebih banyak ditemukan di penampungan alami di luar rumah, seperti ketiak daun, lubang pohon, dan potongan bambu.

4. Paragraf eksposisi laporan

Paragraf eksposisi laporan adalah paragraf eksposisi yang dikembangkan oleh penulis karena penulis ingin menyampaikan informasi kepada pembaca tentang sesuatu secara objektif. Contoh paragraf eksposisi laporan singkat adalah sebagai berikut :

Sekelompok peneliti komputer yang tergabung dalam lembaga nonprofit Open AI menggeggerkan dunia sians setelah mengumumkan bahwa kecerdasan buatan (AI) yang mereka kembangkan selama ini telah menjadi terlalu mutakhir dan berbahaya untuk dilepaskan ke publik. GPT-2, nama untuk AI, tersebut sebetulnya diciptakan sebagai sistem pemrediksi bahasa. Ia diharapkan dapat membuat paragraf orisinil hanya dengan diberi sedikit petunjuk. Untuk melatih GPT-2, tim peneliti memasukkan delapan juta laman internet ke dalam memori AI tersebut. Namun, nukannya membuat karya yang positif, GPT-2 malah berkembang kea rah yang negatif. Ia menjadi pembuat hoaks. Masalahnya, hoaks yang dibuat AI ini terlalu bagus dan meyakinkan. Para peneliti bahkan khawatir, ia bisa digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk membuat berita hoaks, berpura-pura menjadi manusia, dan membohongi manusia di media sosial. (Kompas.com, 20 Februari 2019).

5. Paragraf eksposisi proses

Paragraf eksposisi proses adalah paragraf eksposisi yang dikembangkan berdasarkan proses. Dalam menyampaikan informasi, penulis memaparkan suatu kondisi yang diikuti dengan kondisi yang lain. Contoh paragraf eksposisi proses adalah sebagai berikut :

Kembang tahu merupakan hasil olahan kedelai berbentuk lembaran kering berwarna kuning kecoklatan. Kembang tahu dapat dibuat secara tradisional maupun modern. Proses pembuatan kembang tahu secara tradisional diawali dengan membersihkan kedelai. Setelah kedelai dibersihkan, kedelai dicuci dan direndam dengan air yang cukup (perkirakan agar setelah perendaman semalam, biji kedelai masih tertutup air). Langkah selanjutnya adalah menggiling kedelai dengan menggunakan air hingga diperoleh bubur kedelai. Setelah itu, bubur kedelai diencerkan hingga jumlah perbandingan penambahan air dan kedelai menjadi 8 banding 1. Bubur kedelai encer kemudian disaring hingga diperoleh susu kedelai lalu dimasukkan dalam wadah yang mempunyai permukaan luas dan dangkal. Setelah itu, dipanaskan dengan api sedang suhu 80-90 derajat Celcius hingga terbentuk langit-langit atau lapisan tipis. Selanjutnya langit-langit diangkat pelan-pelan, tiriskan, dan dikeringkan. Proses pemanasan susu kedelai hingga terbentuk langit-langit bisa diulangi sampai 6-8 kali.

Demikian penjelasan mengenai 5 Jenis Paragraf Eksposisi dalam Bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.